Social Icons

Tanya Jawab Radja Jin bag 2

Keturunan Jin

Ada beberapa nash dari Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi Saw yang menunjukan bahwa jin merupakan makhluk yang mempunyai syahwat. Mereka juga mempunyai keinginan terhadap lawan jenisnya sebagaimana seorang laki-laki dari manusia mencintai wanita-wanitanya dan begitu pula sebaliknya. Ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan adanya jenis kelamin dikalangan mereka adalah,

“Dan bahwasanya ada beberapa lak-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin....”  (al-Jin : 6)

“...... Patutkah kamu mengambil dia dan turun-turunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku...” (al-Kahfi : 50)

Hadist Rasullulah Saw tentang do’a masuk kamar mandi,

“ya Allah, aku berlndung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”  (HR Bukhari dan Muslim)

Nash ini cukup menjadi rujukan untuk membenarkan adanya hubungan perkawinan dan pernikahan yang melahirkan keturunan-keturunan yang menjadi generasi penerus sepeninggal pendahulu-pendahulu mereka.



Kawin dengan Jin

P  : Adakah manusia yang dapat kawin dengan Jin?

Rj : Tidak ada manusia yang mampu kawin dengan golongan jin. Kalaupun ada, orang yang pernah mengalami atau merasa mampu mengawini jin berarti ia telah menjadi musyrik.

P  : Saya pernah mendengar, jika seseorang ingin kaya atau sukses dalam perdagangannya, ia datang ke dukun tertentu supaya keinginannya dapat tercapai. Dukun itu lalu menyarankan orang itu untuk melakukan perkawinan dengan jin perempuan yang sering disebut sebagai Ratu Ular. Katanya, wajahnya cantik dan sangat memesona bila dipandang mata. Benarkah hal ini dapat terjadi?

Rj : Ya, memang ada jenis pesugihan seperti itu, tetapi hakikat yang sebenarnya, orang orang itu tidak dapat mengawininya sebagaimana mengawini wanita dari kalangan manusia sendiri.

P  : Lalu, perkawinan jenis apa yang dilakukan orang itu dengan setan Ratu Ular tadi?

(bersambung bag 3) (P = Penulis. Rj = Radja Jin)