Social Icons

Tanya Jawab Radja Jin bag 10

P  : Saya pernah mendengar bahwa ada sebagian orang yang dapat memanggil dan berkomunikasi dengan jin dengan cara membaca mantra, tenaga dalam dan amalan-amalan tertentu seperti kisah seseorang yang dapat berdialog dengan jin muslim, bahkan ada kiai yag menyatakan bahwa ia mengajarkan Al-Qur’an kepada santri-santri yang berasal dari kalangan jin. Ada pula salah satu organisasi islam yang ketika mengadakan muktamar nasional dijaga oleh tentara-tentara jin. Bagaimanakah pendapat anda tentang hal ini?


Rj : Siapapun dapat saja memanggil, berkomunikasi dan bekerja sama dengn jin termasuk anda. Saya juga pernah melakukan hal seperti itu, yaitu setelah saya mempelajari sihir arab dari seorang kiai Banyuwangi. Setelah saya sadar bahwa perbuatan itu adalah sebagian dari kemusyrikan saya meninggalkan perbuatan itu, karena di dalam Al-Qur’an Allah memberitahukan kepada kita,

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah (rahaqan) bagi mereka dosa dan kesalahan.” (al-Jin : 6)

Imam syafii’i berkata,

“Apabila ada manusia yang berkenalan dengan jin, baginya hanya akan mendapat rugi, rusak, hancur dan kufur.”

Jadi tidak ada untungnya kita memanggil, berkomunikasi, bekerja sama dan mohon perlindungan golongan jin dalam kehidupan kita sehari-hari. Cukuplah Allah sebagai penolong dalam setiap masalah yang kita hadapi.

P  : Ada beberapa ulama menyatakan bahwa berhubungan dengan jin itu tidak apa-apa asalkan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, akan tetapi apabila hubungan itu menimbulkan mudharat pada manusia seperti untuk keperluan perdukunan dan tukang santet, hukumnya haram karena dapat menjadi musyrik, mereka beranggapan bahwa tidak semua jin yang berhubungan dengan manusia itu jin jahat (setan) dan hubungan antara jin dan manusia pernah terjadi pada masa Nabi Sulaiman as, dimana pada jaman itu manusia dapat bekerja sama untuk membangun gedung-gedung bertingkat dan istana-istana. Dapatkah manusia memanfaatkan golongan jin untuk diajak membantu pembangunan yang ada di bumi ini, seperti menanggulangi krisis yang ada di Indonesia? 

Rj : Allah tidak memerintahkan manusia untuk berhubungan dengan jin apalagi bekerja sama. Peristiwa dibantunya manusia oleh golongan jin yang terjadi pada masa Nabi Sulaiman as, merupakan kejadian yang diluar jangkauan akal dan kemampuan manusia. Allah telah memberi mukjizat kepada Nabi Sulaiman as untuk dapat menundukkan jin dan memanfaatkan tenaganya sebagai tukang-tukang bangunan. Hal seperti itu tidak dapat terjadi pada masa Nabi Muhammad saw karena setiap sunnah Allah berlaku pada jamannya masing-masing. Sebagaimana jaman Nabi Adam as di mana apabila Hawa melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan, oleh Allah diperbolehkan untuk dinikahkan, pada jaman Nabi Muhammad saw hal seperti ini diharamkan, demikian hanya apabila jaman Nabi Sulaiman as manusia dapat bekerja sama dengan jin, pada jaman Nabi Muhammad saw hal itu diharamkan untuk dilakukan. Hal ini karena sunnah Allah pada jaman Nabi Sulaiman as tidak dapat diberlakukan pada jaman Nabi Muhammad saw... Allah memberitahukan hal ini dalam firmannya,

“Mereka tidak beriman kepada (Al-Qur’an) dan sesungguhnya telah berlaku sunnah-sunnahnya Allah terhadap orang-orang (nabi-nabi) terdahulu.” (al-Hijr : 13)
“Sesungguhnya, sudah berlaku sebelum kamu (Muhammad) sunnah-sunnah Allah karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (Ali Imran : 137)

Sunnah-sunnah Allah terhadap nabi-nabi terdahulu merupakan pelajaran bagi umat islam. Kisah-kisah tersebut sengaja diungkap dalam Al-Qur’an untuk dijadikan bahan kajian dan penelitian supaya umat islam tidak melakukan kesalahan-kesalahan dalam kehidupannya sebagaimana telah terjadi pada kaum nabi-nabi terdahulu.
Apabila ada di antara umat islam yang memaksa untuk mengikuti sunnah-sunnah Nabi terahulu,setan akan datang kepada mereka dan mendatangkan keanehan-keanehan supaya orang itu percaya bahwa sunnah itu masih dapat dijalankan. Orang-orang seperti ini adalah golongan ahli bid’ah yang tidak beriman kepada Al-Qr’an.

P  : Mengapa anda menyebut mereka tidak beriman kepada Al-Qur’an?

Rj : Mereka tidak memahami bahwa yang terjadi pada jaman Nabi Sulaiman as adalah mukjizat dari Allah, sedangkan mukizat tidak akan turun lagi setelah Nabi Muhammad saw diangkat Allah sebagai penutup risalah kenabian.
Mengharapkan bantuan jin untuk menyelesaikan masalah-masalah di Indonesia hanya akan sia-sia. Setan akan tertawa dan bersorak-sorai di atas bumi ini apabila ada ulama yang mengharapka kedatangan bantuan jin dalam menanggulangi krisi di Indonesia. Sungguhlah naif apabila ada kiai atau ulama yang ingin membuat umat Nabi Muahammad saw ke jaman Nabi Sulaiman as. Kita sebagai umat islam harus lebih banyak beristigfar (mohon ampun) kepada Allah atas kebodohan dan kekhilafan ini.

P  : Astagfirullah.. mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan rahmad-Nya kepada umat islam Indonesia apabila hal seperti itu sampai terjadi pada ulama yang sudah menjadi panutan masyarakat.

(bersambung bag 11) (P = Penulis, Rj = Radja Jin)