Social Icons

Tanya jawab Radja jin bag 6



P  : Apakah di kalangan mereka ada yang bersifat seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani?

Rj : Golongan Yahudi di kalangan mereka mempunyai sifat yang sama dengan orang-orang Yahudi di kalangan manusia, begitu pula yang beragama Nasrani, mereka merupakan golongan yang rakus terhadap kehidupan dunia.

: Tadi di terangkan tentang suku-suku bangsa jin, dapatkah disebutkan nama-nama mereka?

Rj : Kalangan jin mempunyai lebih dari tiga ratus suku bangsa, yang diantaranya adalah suku suksuk, al-hinnu, al-ghilaan, qarin, kinzab, ifrit, kuntiltana, thaluh, tsa’bar, zalnabur, al-a’war, maswath, dasim, dan lain-lain.

: Apakah keahlian masing-masing suku itu sama?

Rj : Tidak, keahlian mereka berbeda-beda, tetapi mereka saling melengkapi. Misalnya marga suksuk mempunyai keahlian untuk membuat orang yang memanfaatkan jasanya menjadi menarik apabila dipandang orang lain dan pandai merayu orang lain. Marga suksuk ini sering disebut dalam kehidupan sehari-hari oleh orang Indonesia dengan sebutan susuk. Marga thaluh adalah marga jin yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan syaraf otak manusia, merusak peredaran darah, menyumbat pembuluh darah, sehingga dapat mengakibatkan seseorang terserang penyakit tumor, kanker, dan penyakit yang diawali rusaknya iman pada diri seseorang. Jasanya sering digunakan dukun atau tukang santet untuk menyihir seseorang hingga menimbulkan kematian, kebutaan dan kelumpuhan. Dalam masyarakat kita suku thaluh ini sering disebut teluh, sedangkan dukun yang memanfaatkan jasanya disebut tukang teluh.

Tempat Tinggal Jin

Jin itu berada di mana-mana. Jumlah mereka yang sembilan kali lipat dari jumlah manusia, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga hidup di tempat-tempat di mana manusia bertempat tinggal.
Tidak hanya rumah kosong, tempat-tempat yang sepi, lembah-lembah, dan lautan mereka tempati, tetapi juga mal-mal, pasar, gedung bertingkat, tempat-tempat maksiat seperti diskotik, bar, kafe-kafe rumah bordil dan hotel-hotel. Mereka juga bahkan berada diistana kepresidenan dan dikraton-kraton seperti kraton Solo, Cirebon dan Yogjakarta.

Ketika saya bertanya kepada Radja jin, “Apakah di pesantren-pesantren dan masjid-masjid itu banyak jin? Ia menjawab, “Pesantren-pesantren yang kiainya mengajarkan ajaran-ajaran yang banyak mengandung unsur bid’ah dan khurafat akan banyak dihuni jin-jin jahat yang musrik.”

: Bagaimana kalau di masjid-masjid?

(bersambung ke bag 7) (P  = Penulis, Rj = Radja jn)