Social Icons

Tanya Jawab Radja Jin bag 5

Rj : Dia tidak melakukan itu. Yang dia lakukan mungkin saja hanya masturbasi, tetapi dia tidak menyadarinya. Inilah salah satu jenis sihir setan terhadap manusia.

P  : Berarti perkawinan manusia dengan jin sebenarnya tidak ada?

Rj : Ya, begitulah hakikat yang benar.



Suku Banga dan Agama Jin

Kehidupan jin terbagi dalam suku yang berbeda-beda. Setiap satu suku adalah satu bangsa jin. Tidak seperti kehidupan manusia yang hidup terdiri atas berbagai macam suku dalam satu bangsa.

P  : Apakah mereka hidup berkelompok sesuai dengan suku banga mereka?

Rj : Mereka hidup berkelompok sesua dengan suku-suku mereka dan baru berinteraksi dengan  suku bangsa lainnya atas permintaan pemimpin-pemimpin mereka. Misalnya, apabila suku Thaluh diminta oleh suku bangsa Qarin untuk melakukan sihir kepada manusia, suku Thaluh akan mengirimkan utusannya untuk datang ke suku Qarin. Dengan ijinnya , suku Thaluh melakukan pekerjaan sesuai permintaan

P  : Bagaimana keadaan agama mereka?

Rj  : Mereka mempunyai keyakinan yang berbeda-beda,sama dengan agama yang ada pada manusia. Apabla jin itu hidup dilingkungan orang-orang kafir,mereka akan condong menjadi kafir. Apabila jin itu hidup dikalangan orang-orang ahli bid’ah dan khurafat, ia akan menjadi jin yang senang pada hal-hal yang bid’ah dan khurafat. Walaupun demikian, ada golongan jin yang berpegang teguh dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya dan tidak mau dipengaruhi kebiasaan orang-orang kafir dan musyrik. Golongan jin ini adalah golongan yang tidak mau berinteraksi dengan manusia karena mereka sudah tahu bahwa hubungannya dengan manusia akan merusak akidahnya.

P  : Siapakah mereka itu?

Rj : Mereka adalah golongan jin yang beriman.

P  : Kelompok apa saja mereka itu?

Rj : Mereka dalah kelompok shiddiqin syuhada dan shilihin dari kalangan jin. Golongan ini adalah jin-jin saleh  yang mendengarkan Al-Qur’an ketika Rasululah Saw menyampaikan dakwah di kalngan sahabat-sahabatnya. Mereka disebut Rasulullah Saw dakam sabdanya sebagai golongan Nashibin karena mereka datang dari nashibin sebagaimana sabdanya,

“......Sesungguhnya telah atang kepadaku utusan jin dari nashibin dan mereka adalah sebaik-baiknya jin.....” (HR Tirmidzi)

(bersambung bag 6) (P = Penulis, Rj = Radja Jin)