Social Icons

Nasehat Allah

Mu’adz ibn Jabal menuturkan, Nabi pernah bersabda: “Allah berfirman: “Wahai anak Adam, malulah kalian semua kepada-Ku  jika melakukan maksiat sehingga Aku malu juga pada hari penampakan besar atas semua dosa, maka Aku tidak menyiksa kamu. Mohon ampunlah kepada-Ku, nisacaya Aku muliakanmu seperti kemuliaan para nabi. Wahai anak Adam, jangan palingkan sedikitpun hatimu dari-Ku. Jika kau palingkan, niscaya Aku menyiksamu dan tidak akan menolong kamu.
“Wahai anak Adam, jika kau menemui-Ku kelak pada hari kiamat, dan padamu terdapat kebajikan yang menyerupai kebajikan yang dilakukan seluruh penghuni bumi, tidak akan Kuterima sebelum kau membenarkan apa yang sudah Kujanjikan dan apa yang Kuancamkan.
“Wahai anak Adam, Akulah Maha Pemberi Rizki, sedang kalian yang Kuberi rizki. Kamu tahu bahwa Aku selalu memenuhi rizkimu, maka jangan tinggalkan taat kepada-Ku hanya karena soal rizki yang Kuberikan, sehingga wajib siksa-Ku atas kalian.
“Wahai anak Adam, camkan lima perkara ini, maka kalian akan menjadi penduduk surga.....”
Hadis ada kelengkapannya.....

Petuah

Rizki jangan kalian jadikan pimpinan kalian, wahai para saudaraku. Jangan sekali-kali hanya karena rizki kalian terlena untuk taat kepada Allah.
Allah berfirman: “Tidak satu pun binatang melata di bumi yang tidak Allah  tanggung rizkinya.”
Dalam hadis tertuang, Allah menciptakan burung hijau diangkasa. Dipundaknya terdapat panah, dibawah perutnya terdapat panah yang lain. Allah juga menciptakan ikan besar di laut yang selalu makan ikan kecil yang dagingnya menyumbat sela-sela giginya, sehingga membuat ikan besar tadi tersiksa. Lalu ia membuka mulutnya di permukaan laut, dan datanglah burung hijau tadi, lalu masuk ke dalam mulutnya dan memunguti sisa daging di sela-sela giginya.
Dua panah tadi, di punggung dan di perut burung, bagai tiang yang menyangga mulut ikan itu untuk tidak mengatup. Ikan itu tak bisa berbuat sesuatu apa ketika daging-daging ikan itu habis dari sela-sela gigi si ikan besar, terbanglah burung itu. Disinilah Allah menciptakan rizki burung itu di sela-sela gigi ikan yang besar. Ikan besar itu pun pulanglah, merasa bahagia dengan hilangnya sumbat-sumbat giginya dan ia pun bisa beristirahat.
“Maka masing-masing itu telah menjadi sebab bagi kebutuhan lainnya. Allah tidak akan membiarkan burung tadi tanpa rizki, lalu bagaimana mungkin Allah membiarkan manusia tanpa rizki?” demikian  hadis.