Social Icons

Jangan bersedih anakku

Ini terjadi di ‘am al-huzn (tahun kesedihan) setelah wafatnya paman Rasulullah Saw, Abu Thalib dan istri beliau Khadijah r.a, yakni ketika orang-orang Quraisy semakin gencar menyakiti Rasulullah Saw.
Suatu ketika mereka mendapatkan kesempatan tatkala Rasulullah Saw kembali kekediamannya. Mereka melemparkan debu ke kepala beliau. Ketika beliau masuk rumah, debu masih menempel di kepalanya. Seketika bangkitlah putri-putrinya membersihkan debu itu dari kepalanya yang mulia sambil menangis. Rasulullah Saw sendiri, yang telah Allah karuniai rasa kasih sayang di atas rata-rata manusia umumnya, juga diberi nikmat dada yang lapang sehingga tegar menghadapi berbagai cobaan yang ditimpakan oleh masyarakat musyrik kepadanya, hanya menoleh kepada mereka dengan penuh perasaan iman dan ketenangan, “Jangan kau menangis anakku, Allah menghalangi ayahmu dari bencana.”