Social Icons

Nasehat Nabi Muhammad Saw

Ibrahim menerima hadist dari Alqamah, bersumber dari Ibn Mas’ud, Nabi bersabda:
“Barang siapa mempelajari suatu ilmu yang berguna untuk akhiratnya dan dunianya, Allah akan memberi pahala kebajikan penghuni dunia selama 7.000 tahun. Puasa siang harinya serta ibadah malam harinya akan selalu diterima Allah, tanpa ada yang ditolak.”


Dari riwayat yang sama juga, Nabi bersabda:
“Membaca al-Qur’an adalah amalan orang yang cukup kemampuannya. Shalat adalah amalan orang lemah. Puasa amalan orang-orang fakir. Bertasbih itu amalan wanita. Sedekah amalan orang kaya. Tafakkur juga amalan orang lemah. Pernahkah kalian kuberi tahu amalan para juara?”
“Belum ya Rasulullah,” jawab para sahabat: “Apakah itu?”
“Mencari ilmu, itulah cahaya hati orang yang beriman di dunia dan di akhirat.”
Nabi pernah bersabda: “Akulah kota ilmu, sedang Ali gerbangnya.”
Ketika kaum Khawarij mendengar hadis itu mereka tak percaya dan dengki, maka berkumpullah sepuluh jagoan Khawarij untuk menguji Ali.
“Kita tanya satu masalah saja, tapi kita bergilir, benarkah jawaban Ali akan berbeda-beda,” kata salah seorang. “Jika berbeda, benarlah yang dikatakan Nabi.”
Maka datanglah salah seorang kepada Ali dan bertanya: “Mana yang lebih utama, ilmu atau harta?”
“Tentu ilmu” jawab Ali
“Mengapa?”
“Ilmu itu warisan para Nabi, sedang harta warisan Qorun, Syaddad,  Fir’aun dan sebagainya.”
Mendengar jawaban itu orang itu lalu pergi.
Maka datanglah yang kedua dengan pertanyaan yang sama, dan dijawab Ali bahwa ilmu lebih utama, mengapa?
“Ilmu itu menjagamu, tapi harta justru kau yang menjaganya.”
Kemudian datanglah yang ketiga, Ali menjawab: ”Pemilik harta punya banyak musuh, sedang pemilik ilmu punya banyak teman.”
“Jika kau pergunakan uang, uang itu akan susut, tapi jika ilmu yang kau pergunakan ia malah bertambah.” Jawab Ali kepada laki-laki keempat.
“Pemilik harta akan ada yang menyebutnya orang pelit dan rakus, sedang pemilik ilmu selalu dianggap mulia dan dihormati,” jawabnya kepada orang kelima.
“Harta selalu dijaga dari pencuri, sedang ilmu tidak perlu dijaga,” jawabnya kepada orang keenam.
“Pemilik harta akan dihisab di hari kiamat, sedang pemilik ilmu akan diberi syafaat,” jawabnya kepada orang ketujuh.
“Dalam kurun waktu yang lama, harta akan lenyap jika dibiarkan, tapi ilmu tidak, ia abadi,” jawabnya pada orang yang kedelapan.
Untuk penanya kesembilan, Ali menjawab: “Harta itu mengeraskan hati, sedang ilmu menyinari hati.”
Dan untuk yang terakhir, Ali menjawab dengan lebih tandas: “Pemilik harta dipanggil besar hanya karena harta, sedang pemilik ilmu dianggap intelektual.”
“Seandainya kalian datangkan semua orang untuk bertanya tentang soal ini, akan saya jawab secara berbeda, selagi saya hidup.”
Maka pulanglah mereka, menyerah, dan mengakui hadist Nabi tersebut.